MENANGGAPI KONDISI PERTANIAN JAWA BARAT

Kondisi pertanian di Jabar perlu mendapat perhatian lebih serius , khususnya dengan adanya anomali iklim yang hingga kini masih belum tertuntaskan. Beberapa hal yang butuh perhatian adalah bagaimana kemampuan kita dalam meningkatkan produktivitas padi untuk setiap hektare. Butuh rekayasa teknologi di bidang perbenihan. Lalu di bidang pascapanen, kita butuh teknologi yang benar-benar mampu mengeleminasi loses. Sementaran di sisi konsumsi dibutuhkan gerakan yang lebih nyata dalam melaksanakan penganekaraga-man menu makanan rakyat ,hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengenai kesejahteraan petaninya, mereka belum mampu berdiri tegak diatas kekuatanya sendiri.

Jumlah petani pemilik lahan cenderung berkurang dan petani buruh malah meningkat. Bahkan lebih dari 80 persen petani di Jawa Barat adalah petani gu-ram dan petani buruh. Hal ini sangat disayangkan mengingat sebagian besar penduduk Indonesia mata pencaharianya adalah bertani, tetapi mengapa pertanian tidak pernah jadi fokus pemerintah dalam program-program strategisnya?

Ini terbukti dari anggaran pemerintah untuk sektor pertanian yang relatif kecil. Saya meyakini, kalau sektor pertanian dikelola serius dan terpola dalam agribisnis (agroindustri), akan menjadi kekuatan raksasa masa depan.

Dalam hubungannya dengan keberpihakan pemerintah terhadap petani ada baiknya kita belajar ke Jepang. Akan tetapi kalau kita mau belajar soal pengembangan hortikultura dan teknologi tepat guna di perdesaan, ada baiknya kita belajar ke Thailand. Namun jika ingin belajar soal pengelolaan lahan ada baiknya jalan-jalan ke Taiwan. Korea dan Vietnam juga sangat baik dalam mengembangkan diversifikasi menu makanan rakyat. Hanya dari semua negara itu, laboratorium terbaik tetap Indonesia. Tinggal ada atau tidak  kemauan dan kesungguhan untuk memulainya.

 

 

Category: General  Leave a Comment